Posted by: arghainc | April 15, 2009

Jawaban UTS agama

1. Hukum Allah ada dua, yakni Sunnatullah (hukum alam) dan Syari’atullah (hukum agama). Jelaskan fungsi masing-masing hukum tersebut, jelaskan pula tiga sisi persamaannya !

Allah telah menciptakan alam dan segala isinya. Untuk menjaga alam berjalan dengan baik, maka Allah membuat aturan-aturan atau hukum. Aturan Allah terbagi dua katagori yakni hukum Alam (hukum Kauniyah, ghair mathluwwi, tidak tertulis) dan hukum agama (hukum Qur’aniyah, yang tertulis, mathluwwi) seperti gambar yang terlihat di bawah ini.

Hukum

Hukum alam adalahhukum yang melandasi semua zat di dunia ini. Hukum ini berfungsi untuk mengatur alam fisik, seperti hukum gravitasi, hukum rotasi bumi, hukum daur, dan hukum pertumbuhan. Hukum ini melekat pada alam itu sendiri. Pada perkembangannya hukum ini melahirkan berbagai macam ilmu pengetahuan (sains atau kauniyah), seperti matematika, fisika, kimia, biologi, dan astronomi.

Hukum agama adalah hukum yang melandasi aktivitas manusia. Hukum ini menjadi kerangka bagi perilaku manusia secara individual maupun sosial yang harus ditaati dalam kehidupan ini. Hukum agama ini merupakan hukum yang diwahyukan oleh Allah kepada para rasulnya dalam bentuk kitab suci. Contoh dari hukum agama adalah larangan berzina, melakukan riba, mabuk, perintah shalat, sabar, dan tawakal.

Kedua hukum ini memiliki tiga persamaan, yaitu:

1. Tetap, artinya kedua hukum tersebut tidak akan berubah dan tidak bergantung tempat dan waktu. Allah telah menjelaskan dalam Al Quran: “Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu (QS. 48:23)

2. Pasti, artinya konsekuensi yang ditimbulkan oleh kedua hukum tersebut bersifat pasti. Allah menjelaskan dalam Al Quran: “Sesungguhnya Aku Menciptakan sesuatu menurut ketentuan yang pasti (QS. 54:49)

3. Objektif, artinya konsekuensi yang dihasilkan oleh kedua hukum tersebut “tidak pandang bulu”, berlaku kepada apa saja dan siapa saja. Allah menjelaskan dalam Al Quran: “Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu (QS. 15:21).

Karena hukum Allah bersifat pasti, objektif, dan tetap, maka bisa dibuat rumus. Apabila hukum berubah-ubah maka tidak mungkin bisa dibuat rumus-rumus hukum alam maupun rumus hukum Agama.

Manusia sebagai bagian dari alam yang secara fisikal diatur oleh hukum alam yang absolut, maka perilakunya pun harus diatur oleh hukum perilaku yang absolut pula, yakni Al-Qur’an. Segenap kegiatan manusia, baik prilaku ritual maupun prilaku mu’amalah (ekonomi, politik, dan sosial budayal) harus menggunakan hukum absolut (din al-Islam) bukan hukum relatif produk pemikiran filosofis manusia. Dalam skala kecil, berpakaian harus menggunakan hukum absolut, penegakkan HAM harus menggunakan hukum absolut.

2. Perbedaan antara hukum sunnatullah dan syari’atullah adalah pada time respons-nya. Apa maksudnya jelaskan dan berilah contoh !

Suatu hukum harus bisa dibuktikan kebenarannya. Beberapa membutuhkan waktu yang relatif singkat dan lainnya cepat. Sebagai Contoh, panas dapat merambat melalui suatu media ataupun tidak ada media. Hukum ini dapat dibuktikan kebenarannya dengan mendekatkan tangan kita ke api, maka akan terasa hangat. Waktu yang dibutuhkan untuk membuktikan kebenaran suatu hukum disebut time response.

Perbedaan hukum Alam dengan hukum Agama adalah dalam hal time respons (reaksi waktu). Reaksi atau akibat hukum Alam jauh lebih cepat daripada hukum Agama.

Akibat pelanggaran terhadap hukum alam dapat dibuktikan dengan cepat melalui pengamatan dengan panca indera (secara empiris). Karena bersifat empiris, maka orang akan mudah meyakini atau mengimani kebenaran hukum alam. Sikap ini kemudian melahirkan sifat hati-hati dalam menghadapi hukum alam. Sikap hati-hati inilah yang melahirkan sifat takwa.

Berbeda dengan hukum alam, reaksi akibat pelanggaran hukum agama tidak secepat hukum alam, bahkan efek pelanggarannya pun tidak nampak atau terlihat. Efek pelanggaran terhadap hukum agama baru bisa dibuktikan di akhirat nanti. Karena akibatnya lambat dan bersifat tidak langsung, akibatnya manusia kurang percaya atau kurang beriman terhadap hukum agama. Akibat selanjutnya adalah manusia kurang berhati-hati (kurang bertakwa) terhadap hukum agama.

Contohnya adalah dalam kehidupan sehari-hari orang takut meminum racun karena dampaknya terlihat secara langsung yaitu mati. Namun tidak sedikit di muka bumi ini yang sangat berani memakan uang riba. Padahal memakan uang riba sama berbahayanya dengan meminum racun. Namun karena dampak memakan uang riba tidak nampak, maka banyak orang yang kurang hati-hati terhadap uang riba.

3. Sunnatullah melahirkan sains fisika, biologi, geologi, farmasi, kedokteran, dll. Sedangkan syari’atullah melahirkan ilmu dirasah Islamiyah seperti Aqidah , syari;ah, akhlak, dll. Apakah terdapat dikotomis antara kedua gugusan ilmu tersebut ? Jelaskan dan beri contoh !

Hukum alam adalah ciptaan Allah, hukum Al-Qur’an (Quraniyah) pun ciptaan Allah. Kalau begitu, secara logika tidak mungkin kedua hukum itu bertentangan. Segala yang dilarang oleh Al-Qur’an pasti bagus menurut hukum Alam, sebaliknya apa-apa yang dilarang oleh Al-Qur’an pasti buruk menurut hukum Alam. Apa yang dianggap berbahaya menurut hukum Alam pasti oleh Al-Qur’an diharamkan. Sebaliknya apa-apa yang baik menurut hukum Alam, pasti dianjurkan oleh Al-Qur’an. Inilah azas kesatuan atau disebut azas tauhidullah. Dengan demikian dalam segala aktivitas manusia harus menyelaraskan dengan kedua hukum tersebut secara bersamaan.

Banyak manusia di dunia ini yang membuat aturan menurut rasio yang dipandu oleh nafsu syaithaniyah, akibatnya banyak produk hukum atau aturan yang berbahaya bagi kehidupan manusia, misalnya kebolehan aborsi, membiarkan praktik riba, mentolelir minuman keras, melarang poligami, dll. Dalam hal ini, seorang mukmin wajib memiliki keyakinan tanpa sedikit pun ragu, bahwa hukum Al-Qur’an adalah yang paling baik, selaras dengan hukum Alam, dan paling cocok dengan sifat tabi’at manusia yang fitrah dan hanief (lurus).

Karena hukum Allah terbagi dua maka Ilmu-ilmu Allah pun terbagi dua yakni Ilmu Kauniyah seperti Matematika, Fisika, Biologi, Geologi, Kedokteran serta Ilmu-illmu Qur’aniyah seperti Ulumul Qur’an, Ulumul Hadits, dan Syari’ah, Kedua gugusan ilmu itu mustahil bertentangan. Kalau ada pertentangan antara keduanya pasti konklusi salah atau kedua ilmu itu ada yang salah. Dengan demikian sebenarnya tidak ada dikotomi ilmu. Hubungan kedua ilmu ini dapat dilihat pada gambar berikut.

4. Manusia berasal dari alam arwah. Di alam ini manusia mengadakan agreement dengan Allah SWT. Perjanjian dan kesepakatan apa yang dibuat manusia ketika itu ? Apa konsekuensi dari kontrak tersebut ?

Manusia merupakan jenis makhluk terakhir yang diciptakan Allah SWT setelah sebelumnya Allah telah menciptakan jenis makhluk lain, seperti malaikat, jin, bumi, langit, dan seisinya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna karena manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin atau pengganti di muka bumi) dan memakmurkannya.

Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam Al Quran: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”” (QS. Al A’raf: 172).

Dengan kesaksian dan perjanjian ini, maka seluruh manusia lahir ke dunia memiliki konsekuensi hidup yiitu beriman kepada Allah dan agama yang lurus dan mengabdi kepada Allah. Hal ini juga dijelaskan Allah dalam Al Quran: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Ar Ruum:30). Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak dilahirkan secara fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani, atau Majusi” (HR. Bukhari).

Mengabdi kepada Allah merupakan agreement yang harus dilaksanakan. Amanah yang diberikan Allah kepada manusia selama berada di alam arwah adalah sebagai khalifah fil ardh (penguasa bumi yang bertugas mengelola dan memakmurkan bumi)

5. Jelakan visi, misi, dan tujuan hidup di dunia, serta strategi apa yang harus dibangun agar tujuan tersebut tercapai ? Jelaskan !

Allah telah memberikan petunjuk tentang orientasi penciptaan manusia yang terdapat dalam Al Quran

a. Surat Adz Dzaariyaat ayat 56 :Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.

b. Surat Al Baqoroh ayat 30 : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”

c. Surat Al Fajr ayat 35 : “Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi”

d. Surat Shaad ayat 26 : “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”

e. Surat An Nuur ayat 55 : “ Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka adalah orang-orang yang fasik

Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah menjadi penguasa di muka bumi, memperbaiki bumi, dan membangun bumi dalam rangka beribadah kepada Allah.

Dengan mengetahui tujuan-tujuan penciptaan manusia tersebut, maka dapat ditetapkan strategi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan penciptaan. Strategi-strategi tersebut di antaranya adalah

1. Belajar. Ayat pertama yang diturunkan Allah kepada Manusia adalah “Iqro” atau membaca. Membaca dan mempelajari ayat-ayat Allah adalah langkah awal yang harus kita lakukan. Dengan mengetahui segala sesuatu terlebih dahulu, kita akan tahu apa yang harus dilakukan, apa yang mungkin terjadi, dll.

2. Setelah memiliki ilmu, maka manusia dapat memulai tugasnya menjadi khalifah fi al-ardh. Tugas kekhalifahan inilah yang disebut ibadah. Definisi ibadah ialah segala aktivitas manusia yang diridhai oleh Allah SWT, baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin (al-ibadah hiya, kullu ma yardhalullahu minal aqwali wa al-af’ali, ad dhahirah wa al-bathinah).

Tugas ibadah yang dibebankan kepada manusia meliputi tiga pilar :

(1). Hablum minallah seperti shalat, shaum, zakat, haji, berdoa, berdzikir, bersikap tawakkal, tadharru’ (merendah hati kepada Allah) dan lain-lain.

(2). Hablum minannas seperti toleransi (tasammuh), kerjasama, ta’awun (tolong menolong).

(3). Hablum minal ‘alam yakni bersikap ihsan terhadap seluruh sumber daya alam, baik sumber daya alam hewani, nabati maupun energi, termasuk menaati hukum Alam (hukum Kauniyah). Targetnya adalah terkelolanya bumi secara baik untuk bekal manusia dalam kerangka ibadah kepada Allah.

6. Syetan memiliki visi, misi dan tujuan juga, yakni untuk menggoda manusia agar manusia lupa kepada Allah SWT. Jelaskan bagaimana strategi syetan untuk mewujudkan cita-citanya !

Tidak hanya manusia, syetan pun memiliki visi, misi, dan tujuan dalam hidupnya. Visi syetan adalah memperbudak manusia dan misi syetan adalah mengkondisikan manusia lupa kepada Allah SWT. Adapun strategi syetan untuk mewujudkan visi misinya adalah sebagai berikut.

1. Waswasah. Waswasah adalah membisikkan keraguan pada manusia ketika melakukan kebaikan atau amal saleh. Tentara syetan selalu membangun isu, pikiran-pikiran, dan slogan-slogan yang membuat manusia ragu dengan kebenaran Islam. Misalnya ketika kumandang subuh dan tubuh kita masih dililit selimut, terbesit dalam pikiran kita, “Nanti lima menit lagi”. Ini adalah waswasah. Pada kenyataannya bukan lima menit, malah satu jam, akhirnya shalat subuh terlambat bahkan tidak shalat. Allah telah berfirman: “ … dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.” (QS. An Naas (114):4-6)

2. Tazyin. Tazyin adalah membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Syetan menampakkan kemaksiatan sebagai ketaatan, melakukan kemungkaran adalah hak asasi, dan meyakini kemaksiatan sebagai jalan untuk dekat dari perenungan atas karunia Allah.

Tazyin adalah fenomena kekinian yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Segala yang berbau maksiat biasanya terlihat indah. Misalnya syahwat diumbar dengan tameng hak asasi setiap manusia yang tidak bisa diatur oleh negara atau memakai fasilitas uang negara untuk kepentingan pribadi asalkan dibuat aturan yang membuat masyarakat tidak bisa menggugat.

Allah telah berfirman: “Dan kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka mamandang indah apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat terdahulu sebelum mereka dari kalangan jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.” (QS. Fushilat (41):25)

3. Tamanni. Tamanni artinya memperdaya manusia dengan angan-angan dan khayalan. Contoh strategi tamanni adalah ketika kita ingin bertaubat namun ketika maksiat berada di depan mata, kita masih melakukannya

4. A’dawah. A’dawah artinya berusaha menanamkan permusuhan. Syetan berusaha menanamkan permusuhan di antara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, syetan biasanya menumbuhkan prasangka buruk. Oleh karena itu jika kita berprasangka buruk terhadap orang lain, maka sesungguhnya kita sudah terperangkap dalam strategi syetan

5. Takwif. Takwif artinya menakut-nakuti. Contohnya adalah ketika kita takut miskin karena menginfakkan sebagian harta atau ketika kita takut datang ke majelis ta’lim karena takut disebut sok alim.

6. Shaddun. Shaddun artinya berusaha menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Mereka berusaha keras mengeluarkan manusia dari cahaya Allah dan ikatan nilai-nilai keimanan. “Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah syetan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (QS. Al Baqoroh (2): 257)

7. Wa’dun. Wa’dun artinya janji palsu. Syetan berusaha membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan agar manusia mempercayainya. Misalnya ketika seorang wanita menyerahkan dirinya pada pacarnya karena dijanjikan akan dinikahi. Namun setelah hamil, sang pacar meninggalkannya begitu saja dan tidak mau bertanggungjawab

8. Kaidun. Kaidun artinya tipu daya. Syetan berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak. Contoh kaidun adalah ketika kita menunda-nunda suatu pekerjaan karena menganggap deadline pekerjaan tersebut masih lama. Ternyata setelah dekat waktunya, pekerjaan tersebut kita lakukan secara asal-asalan dan tergesa-gesa sehingga hasilnya tidak optimal

9. Nisyan. Nisyan artinya lupa. Sesungguhnya lupa merupakan hal yang manusiawi, namun syetan berusaha agar manusia menjadikan lupa sebagai alasan untuk menutupi tanggung jawab.

7. Dalam rangka melaksanakan ibadah, manusia memiliki dua fungsi, yakni selain sebagai hamba Allah juga sebagai khalifah Allah. Jelaskan apa visi, misi dan tujuan manusia sebagai khalifah Allah !

Kekhalifahan memiliki tiga unsur yang saling terkait. Pertama, manusia yang dalam hal ini dinamakan khalifah. Kedua adalah alam raya yang ditunjuk dalam surat Al Baqoroh sebagai Al Ardh. Ketiga, yaitu hubungan antara manusia dengan alam dan segala isinya termasuk dengan manusia lainnya. Dengan demikian visi, misi, dan tujuan manusia sebagai khalifah Allah adalah memelihara alam semesta, terutama dalam bentuk fisiknya: potensi, kekayaan, dan seluruh sumber daya yang terkandung dalam perut bumi. Manusia seringkali berbuat dzalim terhadap bumi yang telah menghidupinya, maka tugas pemimpin dalam perspektif penugasan Allah adalah memberikan peringatan kepada masyarakatnya bagaimana agar semakin erat hubungan antara manusia dan alam namun tetap memenuhi prinsip hukum keseimbangan.

Semakin kokoh hubungan manusia dengan alam raya dan semakin dalam pengenalannya terhadapnya, akan semakin banyak yang dapat diperoleh dari alam tersebut. Namun bila manusia bersikap eksploitatif dan tidak memikirkan keseimbangan alam, pastilah hal yang dicapai adalah penderitaan dan penindasan manusia atas manusia.

Agar manusia sukses dalam mengelola bumi, maka manusia harus mentaati hukum Alam dan hukum Agama sekaligus. Kedua hukum tersebut bersifat absolut. Apabila manusia memilih hukum yang relatif maka ia akan gagal melaksanakan tugas kekhalifahannya.

8. Ilah, (Tuhan, gusti, pangeran) adalah sesuatu yang paling dicintai, dikagumi dan ditakuti. Dengan pengertian tuhan seperti itu, apakah kiranya ada manusia yang tidak bertuhan (atheis), jelaskan !

Secara istilah Tuhan adalah segala sesuatu yang paling dicintai. Apabila seseoranjg lebih mencintai uang daripada segalanya maka uang menjadi Tuhan baginya. Apabila jabatan lebih dicintai melebihi segalanya maka jabatan itu adalah tuhannya. Dengan demikian ada orang yang menuhankan harta, tahta, wanita, dll. Pendek kata banyak manusia yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan. Allah menegaskan : “Maka pernahkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya ?” (QS. 45 : 23).

Dalam pandangan Al-Qur’an, tidak ada manusia pun yang atheis (tidak bertuhan). semua manusia pasti bertuhan, hanya saja ada manusia yang mengingkari Allah lantas bertuhan kepada hawa nafsunya. Ini disebut mulhid bukan atheis.

9. Konsep Tuhan dalam Islam adalah esa Absolut sedangkan konsep tuhan dalam agama Yauhdi, Nashrani dan Hindu adalah Esa relatif. Jelaskan perbedaan antara esa Absolut dengan Esa relatif !

Dalam Islam, keesaan Tuhan adalah keesaan absolut, artinya tunggal dalam sifatnya dan tunggal dalam Dzat-Nya. Tiada tuhan selain Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya. Sedangkan dalam agama Yahudi dan Nasrani, keesaan Tuhan bersifat relatif, yaitu tritunggal atau trinitas. Allah dianggap satu dalam tiga pribadi.

Dalam konsep ajaran Nasrani, tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen. Tritunggal dianggap satu Allah dalam tiga pribadi (kesatuan tiga serangkai). Sang bapa adalah Allah sepenuhnya, sang anak adalah Allah sepenuhnya, dan roh kudus adalah Allah sepenuhnya. Masing-masing dikatakan maha kuasa dan masing-masing tidak lebih besar atau lebih kecil dari yang lainnya. Jika dipikirkan lebih dalam, bagaimana mungkin sang bapa adalah Allah, yesus adalah Allah, dan roh kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah? Inilah yang disebut sebagai esa relatif.

Seperti halnya dalam agama Nasrani, agama Hindu juga mengenal konsep ketuhanan yang hampir sama, yaitu trimurti dengan Iswara sebagai Tuhan tertinggi. Iswara memiliki tiga rupa. Bila dalam keadaan mencipta alam, ia merupakan Brahma, bila dalam keadaan memelihara alam dia berupa Wisnu, namun bila dalam keadaan menghancurkan atau merusak alam, dia berwujud Syiwa. Lalu umat Hindu meyakini bahwa Brahma, Wisnu, dan Syiwa adalah sama dalam hal keutamaannya. Ajaran ini juga menunjukkan konsep ketuhanan yang diaplikasikan adalah konsep ketuhanan esa relatif.

10. Jelaskan sedikitnya lima isi kandungan kalimat La ilaha illallah ! Mengapa perilaku syirik dianggap dapat merusak tauhid ?.

Dalam kalimat La Ilaha Illallha terdapat pengakuan Tauhid Rubbubiyah, Tauhid Ashma Wa Shifat,Tauhid Uluhiyah,Tauhid Ubudiya, dan Tauhid Mulkiyyah.

Tauhid Rubbubiyah adalah: ”huwa I‘tiqádu anna Alláh wahdah khalaqa al-‘álam” ialah meyakini bahwa sesungguhnya Allah yang Maha Esa-lah yang telah menciptakan segenap alam. Jadi tauhid Rubbubiyah adalah mengesakan Allah sebagai Rabb (Pencipta, Pengurus dan Pengatur) alam ini. Dalam ma‘rifah kepada Allah sebagai Rabb, manusia harus memahami asmá’ (nama-nama) dan Shifát Allah, termasuk pekerjaan-Nya, qadha dan qadar-Nya beserta hikmah-hikmahnya. Tiap muslim harus meyakini bahwa tiada satu mahluk pun yang serupa atau memiliki sifat yang sama dengan Allah.

Tauhid Uluhiyah adalah pengesaan Allah sebagai tuhan yang harus disembah (Uluhiyah) dan oleh karena itu melahirkan pengabdian hanya kepada Allah (‘Ubudiyah) sebagai simbol monoloyalitas. Seseorang yang memiliki tauhid Uluhiyah dan Ubudiyah adalah mereka yang meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah, tidak beribadah kecuali kepada-Nya, tidak bertawakkal kecuali kepada-Nya, tiada memilih Wali (pelindung) kecuali Dia, tidak beramal kecuali untuk keagungan-Nya, sebagaimana termaktub antara lain dalam surat al-Káfirun, surat al-Mu‘min, awal surat al-A’ráf, dan surat al-An‘ám. Walaupun sebenarnya semua ayat al-Qur’an memuat ajaran tauhid.

Tawhid Mulkiyyah ialah meyakini bahwa hanya Allahlah satu-satunya raja (malik) bagi manusia. Allah menegaskan :”Maha duci Allah yang di tangan- Nyalah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 67 : 1). Karena Allah adalah raja maka Allahlah yang harus paling ditaati, paling dicintai dan paling ditakuti. Apabila manusia lebih menaati makhluk daripada Allah, maka ia telah melakukan syirik Mulkiyyah.

Syirik artinya menyekutukan Alah, orangnya disebut musyrik. Syirik tidak mungkin bisa berdampingan dengan sikap tawhid, karena tidak mungkin menomor satukan Allah berbarengan dengan sikap lebih mencintai isteri daripada segalanya.

11. Prinsip-prinsip Dalam melaksanakan Islam adalah sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taati), taw’an aw karhan (sukarela maupun terpaksa), mastatha’tum (sekuat tenaga kamu). Jelaskan ketiga prinsip tersebut !

Tentang sami’na wa atha’na, Allah ta’ala juga berfirman yang artinya, “Sesungguhnya ucapan orang-orang yang beriman apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul itu memberikan keputusan hukum di antara mereka hanyalah dengan mengatakan, “Kami mendengar dan kami taat”. Dan hanya merekalah orang-orang yang berbahagia.” (QS. An Nuur [24]: 51)

Syaikh Abdurrahman bin Naashir As Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa sesungguhnya sifat orang yang benar-benar beriman (yaitu yang imannya dibuktikan dengan amalan) apabila diajak untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya supaya Rasul memberikan keputusan di antara mereka niscaya mereka akan mengatakan, “Kami dengar dan kami taati”. Sama saja apakah keputusan tersebut dirasa cocok ataupun tidak oleh hawa nafsu mereka. Artinya mereka mendengarkan keputusan hukum Allah dan Rasul-Nya serta memenuhi panggilan orang yang mengajak mereka untuk itu. Mereka taat dengan sepenuhnya tanpa menyisakan sedikitpun rasa keberatan.

Thaw’an aw karhan maksudnya secara terpaksa maupun sukarela menerima hukum alam yang telah ditetapkan Allah. Segenap alam baik yang ada di langit dan di bumi, secara fisik telah taat kepada hukum alam. Demikian pula di dalam tubuh manusia sendiri hukum alam berjalan secara otomatis. Manusia hanya bisa menaati hukum alam tersebut, baik disadari maupun tidak, baik diridhai (thau’an) maupun dibenci (karhan), seperti hukum alam dalam tubuh tetap berlaku. (QS. 3 : 83).

Maksud dari mastatha’tum adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah dengan sekuat tenaga. Sesuai dengan firman Allah:

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung” (At Taghabun: 16)

12. Coba jelaskan paling tidak empat isi kandungan ikrar wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah !

Maknanya adalah: Taat terhadap apa yang diperintahkannya dan membenarkan apa yang diberitakannya serta menjauhi apa yang dilarang dan diancamnya. Tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang beliau syariatkan. Setiap muslim harus mewujudkan syahadat ini, sehingga dikatakan tidak sempurna syahadat seseorang terhadap kerasulannya manakala dia sekedar mengucapkannya dengan lisan, namun meninggalkan perintahnya dan melanggar larangannya serta taat kepada selainnya atau beribadah kepada Allah tidak berdasarkan ajarannya.

Termasuk wujud nyata dari syahadat ini adalah tidak adanya keyakinan bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memiliki hak ketuhanan yang mengatur alam ini, atau tidak memiliki hak untuk disembah, akan tetapi dia hanyalah seorang hamba yang tidak disembah dan seorang Rasul yang tidak didustakan .

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS 18:110)

Nabi Muhammad saw. tidak memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri dan orang lain dalam mendatangkan manfaat dan mudharat kecuali apa yang Allah kehendaki.

13. Ada Islam Ilmu dan ada Islam persepsi, yang kita amalkan adalah Islam ilmu. Jelaskan 3 kriteria Islam ilmu !

Islam Ilmu adalah Islam yang berdasarkan dalil, bukan karena pendapat, mayoritas, juga tidak terikat figur atau tradisi nenek moyang. Kriterianya adalah sebagai berikut:

1. Beragama berdasarkan ilmu, bukan dengan kira-kira. Seperti yang terdapat pada Al-Qur’an QS 17 : 36 :

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا(36)

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

2. Beragama tidak atas dasar mayoritas, sebab mayoritas tidak menjamin orsinalitas. Perlu menjadi catatan penting bahwa kebenaran hanya ditentukan oleh kualitas argumentasi bukan oleh kuantitas penganutnya.

3. Beragama tidak boleh atas dasar keturunan atau warisan leluhur (QS. 2 :170) :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ ءَابَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ ءَابَاؤُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلاَ يَهْتَدُونَ البقرة 170)

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk (QS. 2 : 170).

4. Beragama tidak atas dasar figur (QS.9 :31). :

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ َ(31)

Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah. (QS. 6 : 61).

14. Ada klasifikasi ilmu, yakni empirical science (Ainul yaqin), Rational science (Ilmul yaqin), Suprarational (haqqul yaqin), dan metarartional (Ilmu Ghaib). Jelaskan keempat klasifikasi ilmu tersebut dengan diberikan contoh !

Klasifikasi ilmu menjadi beberapa bagian, secara singkat dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Empirical Science, yakni ukuran benar tidaknya adalah dibuktikan secara empirik melalui eksperimen. Sumbernya adalah pancaindera, terutama mata. Mata itu bahasa Arabnya adalah ain, maka disebutlah ainul yaqin . Yang termasuk ke dalam empirical science antara lain kedokteran, fisika, kimia, bilogi, goelogi.

Rational Science , ialah ilmu yang kebenarannya ditentukan oleh hubungan sebab – akibat. Kalau ada hubungan yang logis disebutlah rational. Sumbernya adalah ratio, maka disebutlah ilmul yaqin. termasuk ke dalam katagori ilmu ini antara lain bahasa, filsafat, matematika.

Suprarational Science , ialah manakala kebenarannya ditentukan oleh hal-hal di luar ratio yang berkembang pada zaman itu. Sumbernya adalah hati (qalbu), maka disebutlah Haqqul Yaqin. Yang termasuk ke dalam ilmu ini antara lain Isra Mi’raj, doa, mukjizat.

Metarational Science adalah Ilmu Ghaib, semacam siksa dan nikmat qubur, syurga neraka, dll. Sumbernya adalah Ruh.

Keempat ilmu pengetahuan ini bisa dirangkum sebagai berikut

Klasifikasi Ilmu

Sumber dan prosesnya

Contoh kajian

Empirik

(‘Ain al-yaqin) عين اليقين

Indrawi : melalui observasi, eksperimental.

Kedokteran, biologi, kimia, farmasi, dll.

Rasional

(‘Ilmu al-yaqin) علم اليقين

Akal (rasio) dengan menganalisis interelasi sebab-akibat.

Termasuk Matematika, filsafat, dan bahasa.

Suprarasional

(Haqq al-yaqin). حق اليقين

Hati, Qalbu : yakni dengan meyakini tanpa harus memahami.

Misalnya soal mujizat termasuk peristiwa Isra’ mi’ráj nabi SAW, Irhas, karámah, dan Ma‘unah.

Metarasional

(ilmu gaib) علم الغي

Ruh: yakni dapat diketahui oleh ruh setelah manusia wafat.

Siksa kubur, baa` (bangkit dari kubur), kiamat, alam Mahsyar, syurga dan neraka.

15. Ada lima tipologi pemikir Islam, yakni pemikir tipe sufistik, sinkretik, tekstualis, kontekstual rasional, dan rasional liberal. Coba jelaskan satu persatu dengan disertai contoh !

Tokoh Sufistik: Menerangkan agama dengan pendekatan sufistik (Al-Qur’an, Hadits, Wangsit) sehingga cenderung mistik

Tokoh Sinkretik : Sinkretik adalah percampuran antara budaya lokal dengan agama. Tokoh ini sering tidak peduli kepada dalil dan ratio. Pemikiran mereka lebih didominasi oleh sikap sosiologis, cari aman.

Tokoh Scripturalis /Tekstualis : terikat dengan teks kurang memperhatikan konteks. Para tokoh Sripturalis bukan tidak menggunakan ratio tetapi lebih terikat dengan teks Al-qur’an dan hadits apa adanya.

Tokoh Rasional Kontekstual : Memperhatikan teks dan konteks. Tokoh ini banyak menggunakan argumentasi rasio di samping melihat teks Al-Qur’an dan hadits.

Tokoh Rasional Liberal : Tidak terikat teks. Analisis terhadap ajaran islam yang dilakukan tokoh Rasional Liberal lebih didominasi oleh argumentasi akal. Beberapa metode pendekatannya adalah Tafsir Metaforis, Tafsir Hermenetika dan pendekatan social kesejarahan.

16. Orang-orang JIL (Jaringan Islam Liberal), mengusung dua isu pokok yakni tentang kesetaraan gender dan kesetaraan agama. Sesuai misinya, JIL meneghendaki agar pembagian warisan bagi pria dan wanita disamaaratakan, juga perempuan boleh menjadi imam jum’atan. Bagaimana pendapat anda ? Jelaskan !

Saya tidak setuju dengan hal ini, sebab ini berarti membangkang pada perintah Allah, sebab Allah telah menentukan hukum tentang pembagian warisan, dan siapa saja yang boleh menjadi imam jumatan melalui Rasul-Nya. Seperti kita ketahui juga, Allah-lah yang menciptakan dunia dan isinya, maka hukum Allah pastilah sudah sempurna.

Allah yang Maha adil memberikan porsi tugas dan kewenangan bagi wanita sesuai dengan perangkat dan fitrah yang sesuai dengan tugas tersebut. Akal sehat bisa meraba adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan baik secara fisiologis mapun psikologis. Wajar jika perbedaan itu membawa konsekuensi perbedaan tugas dan wewenang antara keduanya.

Suatu ketika Asma’ binti Yazid bin Sakan menghadap Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah utusan para wanita yang berada di belakangku, mereka sepakat dengan apa yang aku katakan dan sependapat dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah Ta’ala mengutus anda kepada laki-laki juga wanita. Kami pun beriman dan mengikuti anda. Sedangkan kami para wanita terbatas gerak-geriknya, kami mengurus rumah tangga dan menjadi tempat menumpahkan syahwat bagi suami-suami kami, kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Namun Allah memberikan keutamaan kepada kaum laki-laki dengan shalat berjamaah, mengantar jenazah, dan berjihad. Jika mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga hartanya dan memelihara anak-anaknya, maka apakah kami mendapatkan pahala sebagaimana yang mereka dapatkan?”. Mendengar tuntutan Asma’ tersebut, nabi menoleh kepada para sahabat seraya bersabda, “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agamanya yang lebih bagus dari pertanyaan ini?”. Kemudian beliau bersabda, “Pergilah wahai Asma’ dan beritahukan kepada para wanita di belakangmu bahwa perlakuan baik kalian terhadap suami dan upaya kalian mendapat ridha darinya serta ketaatan kalian kepadanya, berpahala sama dengan apa yang engkau sebutkan tadi.”

Tentang pembagian waris, saya tidak setuju jika perbandingan harta warisan yang diperoleh wanita sama dengan harta waris yang diperoleh laki-laki. Allah telah menetapkan pembagian harta warisan secara adil untuk wanita dan laki-laki. Laki-laki berhak mendapatkan lebih banyak karena dia merupakan kepala keluarga dan tulang punggung yang diandalkan dalam keluarga dari segi finansial salah satunya. Sedangkan wanita tidak memiliki kewajiban untuk mengakomodasi masalah finansial dalam keluarga sehingga harta warisan yang didapatkannya adalah sepenuhnya menjadi hak miliki sendiri.

17. Argumentasi JIL dalam mengusung isu kesetaraan agama adalah QS 2 : 62, menurut mereka penganut agama apapun pasti akan masuk syorga. Bagaimana pendapat anda ? Jelaskan !

Surat Al Baqoroh: 62 yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nashrani, dan orang-orang shabiin, siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” jelas mengatakan bahwa yang menerima pahala adalah orang yang beriman kepada Allah. Iman kepada Allah bukan hanya percaya adanya Allah, tapi juga mengesakannya dan mengikuti semua perintahnya sebagai konsekuensinya. Jika orang percaya kepada Allah tapi dia menyebutkan bahwa Allah itu beranak atau lebih dari satu, maka orang itu tidak bisa dikatakan beriman kepada Allah. Sehingga hanya Islam lah yang benar karena nasrani dan yahudi tidak mengesakan Allah.


18. Islam terdiri dari Aqidah dan syari’ah. Aqidah merupakan pilar paling pokok dalam beragama. Kalau ingin mengetahui seluk beluk suatu agama, maka pelajari pokok-pokok aqidahnya. Mengapa demikian ? Jelaskan !.

Hubungan antara aqidah, syari’ah, dan Islam dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Aqidah merupakan sesuatu yang sangat fundamental dalam dinul Islam. Ia merupakan titik dasar awal yang wajib dimiliki oleh setiap muslim. Aqidah sebagai landasan dinul Islam merupakan ajaran yang universal dan abadi, tidak mengalami perubahan sepanjang masa sejak adanya risalah nabi Adam hingga nabi Muhammad SAW. Syari’ah berdiri di atas aqidah. Jika aqidah suatu agama salah, maka syari’ahnya juga pasti salah dan agama tersebut akhirnya juga salah.

19. Berikan penjelasan dari perspektif sains bahwa Al-Qur’an benar-benar wahyu dari Alah SWT bukan karya nabi Muhammad SAW !

Dilihat dari perspektif sains, banyak sekali ayat-ayat Al Quran yang memberikan informasi tentang alam semesta yang dapat dijadikan bukti yang kuat bahwa Al Quran adalah wahyu Allah, bukan karya manusia atau karangan Nabi Muhammad SAW. Ayat-ayat tersebut di antaranya adalah:

· Tentang proses perkembangan janin

Allah berfirman dalam QS. Al Anbiya ayat 5, “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”.

· Tentang awal kejadian langit dan bumi

Allah berfirman dalam QS. Al Anbiya (21): 30: “Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui sesungguhnya langit dan bumi dahulunya adalah satu yang patu, maka kemudian Kami Pisahkan antara keduanya. Dan Kami Jadikan semua makhluk hidup dari ari, apakah mereka tidak mau beriman.”

· Tentang pergerakan gunung dan lempengan bumi

Allah menegaskan dalam Al Quran: “Dan kamu melihat gunung, kamu menyangka gunung itu diam. Tidak gunung itu bergerak sebagaimana geraknya awan.” (QS. An Naml (27) : 88)

· “Nabi Yusuf berkata: ‘Ya ayahku, ada sebelas planet yang bersujud kepadaku” (QS. Yusuf (12) : 4 ). Allah sebagai pencipta alam ini menegaskan di dalam Al Quran bahwa planet itu ada sebelas. Padahal ahli astronomi berpendapat hanya ada sembilan planet. Baru pada tahun-tahun terakhir ini para ahli astronomi menemukan bahwa planet itu ada sebelas.

Tidak mungkin Al Quran mampu memberikan informasi tentang alam yang menjadi ilmu pengetahuan modern seandainya Al Quran bukan karya Allah. Beberapa ayat di atas membuktikan bahwa Al Quran pasti karya Allah dilihat dari perspektif sains. Yang harus diingat, Al-quran diturunkan di padang tandus pada abad ke-7 kepada seorang pedagang yang tidak bisa baca-tulis.

20. Al-Qur’an adalah al-Syifa (obat). Karakteristik obat ada lima yakni sedikit, pahit, mahal, berdosis dan dimakan sampai habis. Bagaimana jika mengamalkan Al-Qur’an tidak sampai habis tetapi dipilih dan dipilah-pilah, apa akibatnya ? Jelaskan dengan disertai contoh !

Ibarat resep dokter, pasien sering sulit membaca resep dokter apalagi memahaminya, akan tetapi walaupun begitu, pasien tetap percaya bahwa resep itu benar mustahil salah karena dokter diyakini tidak mungkin bohong. Inilah kebenaran otoritas. Demikian pula dengan Al-Qur’an, ia a adalah resep dari Allah yang sudah pasti benar mustahil salah karena Allah adalah Maha Benar. Dengan demikian walaupun ada beberapa ayat Al-Qur;an yang untuk sementara waktu belum dapat difahami oleh ratio, tak apa tetapi tetap harus dilaksanakan, sebab kalau menunggu dapat memahaminya secara penuh bisa keburu mati.

Juga obat dari dokter kadang rasanya manis kadang pahit, tetapi dokter berpesan agar obat tersebut dimakan sesuai aturan dan sampai habis, sebab kalau tidak tepat aturan dan tidak sampai habis, penyakitnya tidak akan sembuh. Demikian pula dengan Al-Quran sebagai obat, tidak selalu harus sejalan dengan perasaan (feeling) kemauan (willing) dan ratio (thinking). Allah menghendaki agar seorang mukmin mengamalkan seluruh ayat Al-Qur’an tanpa terkecuali. Pemilahan dan pemilihan ayat-ayat tertentu untuk diamalkan sedangkan ayat yang lainnya dibiarkan adalah sikap kufur (Nu’minu biba;dlin wa nakfuru biba’dlin).

21. Bagaimana fungsi hadits terhadap Al-Qur’an dalam menetapkan hukum Islam. Jelaskan dengan disertai contoh !

Secara bahasa, hadits dapat berarti baru, dekat, dan kabar (cerita). Sedangkan dalam hukum Islam, hadits berarti segala perkataan, perbuatan, dan keizinan Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi para ulama Ushul Fiqih membatasi pengertian hadits hanya pada “ucapan-ucapan Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan hukum”.

Seperti kita ketahui bahwa Al Quran merupakan sumber hukum primer atau utama dalam Islam. Akan tetapi dalam realitasnya ada beberapa hal atau perkara yang sedikit sekali Al Quran membicarakannya, atau Al Quran membicarakan secara global saja atau bahkan tidak dibicarakan sama sekali dalam Al Quran. Jalan keluar untuk memperjelas dan merinci keuniversalan Al Quran tersebut adalah Hadits/Sunnah. Disinlah peran dan kedudukan hadits sebagai tabyin atau penjelas dari Al Quran atau bahkan menjadi sumber hukum sekunder/kedua setelah Al Quran. Hubungan antara Al-quran dan hadist dalam menetapkan hukum islam dapat dilihat pada gambar berikut.

22. Hadits yang shahih tetap bisa melahirkan multi penafsiran. Mengapa demikian dan apa sebabnya ? Jelaskan dengan disertai contoh !

Hadits yang shahih tetap bisa melahirkan multi penafsiran. Kesalahan ini sering terjadi akibat misinterpretasi dalam memahami teks hadits yang shahih. Misalnya hadits yang menyatakan bahwa makan dengan tiga jari adalah sunnah rasul. Padahal konteks hadits tersebut adalah makan kurma, bukan makan nasi. Oleh karena itulah hendaklah kita berhati-hati dalam menghadapi hadits, bahkan hadits shahih sekalipun. Kehati-hatian ini perlu ditingkatkan jika menghadapi hadits yang dhaif.

Amal-amal ibadah yang bid’ah yang dilaksanakan oleh masyarakat pada umumnya disebabkan oleh kecerobohan dalam menerima dan mengamalkan hadits. Apalagi kalau memiliki persepsi bahwa hadits dhaif boleh dijadikan landasan penambahan amal ibadah, itu sangat keliru dan menyesatkan.

23. Coba jelaskan penggunaan prinsip istihsan di dalam Ijtihad dalam soal Golput Pemilu !

Istihsan merupakan salah satu cara ijtihad dalam menetapkan hukum sesuatu yang belum jelas dengan cara memilih satu di antara alternatif yang ada dengan pertimbangan mana yang paling ringan buruknya. Ijtihad sendiri adalah mengerahkan segenap kemampuan pikiran untuk menetapkan hukum sesuatu yang belum dijelaskan secara eksplisit di dalam Al Quran maupun hadits melalui analisis terhadap sejumlah dalil (implisit) yang ada.

Maksud dari istihsan dalam pemilu adalah memilih pemimpin yang terbaik. Jika menurut kita tidak ada yang baik maka sebaiknya dipilih yang terbaik diantara yang pilihan yang ada.

24. Bagaimana sikap kita dalam menghadapi perbedaan madzhab ? Bagaimana dengan sikap nonsektarian ? Jelaskan !

Yang wajib adalah memegang yang haq, yaitu yang ditunjukkan oleh Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya SAW serta loyal terhadap yang haq dan mempertahankannya. Setiap golongan atau madzhab yang bertentangan dengan yang haq, maka ia wajib berlepas diri darinya dan tidak menyepakatinya.

Agama Allah hanya satu, yaitu jalan yang lurus, yakni ber-ibadah hanya kepada Allah semata dan mengikuti Rasul-Nya, Muhammad SAW.

Maka yang diwajibkan kepada setiap muslim adalah memegang yang haq dan konsisten dalam melaksanakannya, yaitu mentaati Allah dan mengikuti syari’at-Nya yang telah diajarkan oleh Nabi-Nya, Muhammad SAW, disertai ikhlas karena Allah dalam melaksanakannya dan tidak memalingkan ibadah sedikit pun kepada selain Allah SWT.

Karena itu, setiap madzhab yang menyelisihi yang haq dan setiap golongan yang tidak menganut aqidah ini, harus dijauhi dan harus berlepas diri darinya serta mengajak para penganutnya untuk kembali kepada yang haq dengan mengungkapkan dalil-dalil syar’iyyah yang disertai kelembutan dan menggunakan metode yang tepat sambil menasehati yang haq pada mereka dengan kesabaran.

25. Jelaskan essensi dalam hablum minallah, hablum minannas dan hablum minal ‘alam, dengan disertai contoh !

Akhlak adalah perangai, tabiat, atau adat. Perangai yang baik disebut akhlakul karimah, sedangkan perangai yang buruk disebut akhlakul madzmumah. Sedangkan ilmu akhlak merupakan ajaran tentang bagaimana caranya mewujudkan manusia yang berakhlah baik. Objek pembahasan akhlaq meliputi tiga dimensi seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Hablumminallah

Text Box: Hablumminallah

Hablumminannas

Text Box: Hablumminannas

Hablumminal alam

Text Box: Hablumminal alam

1. Hubungan dengan Allah (Hablumminallah)

Yang termasuk ke dalam hablum minallah adalah ketaatan kepada Al quran dengan sunnah rasul sebagai penjelasannya. Esensi dari hablum minallah ialah bersikap tauhid kepada Allah, yaitu menaati Allah dan rasulnya secara kaffah dengan cara melaksanakan seluruh ayat-ayat Al Quran tanpa kecuali dengan segala penjelasannya yang terdapat dalam sunnah Rasul. Pengamalan Al Quran dengan cara memilah dan memilih ayat Al Quran dalah sikap tidak sopan kepada Allah. Beberapa contoh akhlaq baik kepada Allah adalah menegakkan shalat, menunaikan shaum, mengeluarkan zakat, berhaji, berdoa, dan bersyukur. Juga meniatkan segala pekerjaan karena Allah adalah salah satu bentuk etika kepada Allah

2. Hubungan dengan sesama manusia (Hablumminannas)

Yang termasuk ke dalam hablum minannas antara lain adalah etika kepada sesama muslim, etika kepada nonmuslim, etika kepada orang sakit, etika kepada ayah dan ibu, etika kepada lawan jenis, dll. Esensi dari hablumminannas adalah ukhuwah (persaudaraan). Perintah Allah untuk saling tolong menolong, bertoleransi (tasammuh), menjunjung tinggi nilai persamaan di antara manusia (Al Musawwah) dan lain lain merupakan upaya untuk menunjang ukhuwah. Demikain juga larangan untuk saling menghina, mendzalimi, dll adalah pada prinsipnya untuk menyukseskan ukhuwah

3. Hubungan dengan alam sekitar (Hablumminal alam)

Yang termasuk ke dalam hablumminal alam adalah etika kepada flora, fauna, air, laut, hutan, gunung, udara, dan sumberdaya alam lainnya. Esensi dari hablumminal alam adalah ihsan (baik), yaitu berusaha sebaik-baiknya mengelola bumi untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia secara umum sesuai dengan petunjuk Allah dan Hadits. Allah akan memberikan pahala yang luar biasa kepada mereka yang telah mampu melahirkan teknologi yang sangat bermanfaat bagi umat manusia, dan sebaliknya sungguh terhina seseorang yang berbuat kerusakan di atas bumi sehingga mengakibatkan kesengsaraan.


Responses

  1. walah maL,, ini uas lo taro disini ya?ckckck..

    keren jg ya,, ntar orang bikin artikel trus pustakanya http://arghainc.wordpress.com/

    hahay

  2. yoi man

    dan di blog tersebut ada sex e-book download

    haahaha


Leave a response

Your response:

Categories